Aril dengan cita citanya


masa kecil

      Saya, Aril Cahya Nugroho, lahir pada 9 April 2009 di Kota Malang. Sejak kecil saya suka menggambar, meskipun cita-cita saya sering berubah. Saat masih TK saya bercita-cita menjadi pilot Saat itu saya bersekolah di TK ABA 7. saat itu saya tidak terlalu ingat apa saja hal yang terjadi saat itu. 

      Ketika lulus saya melanjutkan sekolah saya di SDN Madyopuro 3 Malang, cita-cita saya berubah menjadi pemadam kebakaran. Saya kagum dengan keberanian mereka yang selalu siap membantu orang lain. Bagi saya, pekerjaan itu terlihat mulia dan penuh pengabdian.

      Namun, saat memasuki SMPN 21 Kota
Malang, saya mulai menemukan arah yang lebih jelas. Karena menyukai pelajaran matematika dan gemar menggambar, saya bercita-cita menjadi arsitek. Saya melihat profesi ini mampu menggabungkan logika dengan kreativitas. Saya pun merasa ini adalah cita-cita yang paling sesuai dengan bakat saya.

masa sekarang

      Kini saya menempuh pendidikan di   SMKN 6 Malang. Cita-cita saya untuk menjadi arsitek masih sama dan semakin kuat.        Saya menyadari bahwa untuk meraihnya diperlukan kerja keras dan persiapan matang. Oleh karena itu, saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh, terutama pada pelajaran yang berhubungan dengan hitungan, desain, dan keterampilan.

      Selain belajar di sekolah, saya juga melatih kemampuan menggambar, baik secara manual maupun melalui teknologi. Hal ini saya lakukan agar nantinya saya terbiasa dengan berbagai cara menggambar yang dibutuhkan dalam dunia arsitektur. Saya percaya semakin banyak latihan, semakin terasah pula kemampuan saya.

      Saya juga berusaha melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Menurut saya, seorang arsitek tidak hanya butuh kemampuan teknis, tetapi juga sikap profesional agar dipercaya oleh orang lain. Dengan membiasakan diri disiplin sejak sekarang, saya yakin bisa lebih siap menghadapi masa depan.

Masa depan

     Di masa depan, saya membayangkan diri saya sudah berhasil menjadi arsitek. Saya
ingin merancang bangunan yang indah, kokoh, dan bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya rumah tinggal, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, atau masjid. Dengan begitu, karya saya bisa dirasakan banyak orang, saya akan bekerja lebih giat dan sungguh sungguh ketika saya mencapai cita-cita saya. 

      Saya juga ingin membanggakan orang tua yang selalu mendukung saya. Bagi saya, kesuksesan bukan hanya soal pekerjaan, melainkan juga bisa memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Dengan doa, usaha, dan tekad yang kuat, saya yakin cita-cita saya sebagai arsitek akan tercapai.

kita akhiri cerita ini sekian dari saya tentang cerita saya dan cita cita saya, mohon maaf jika ada salah kata, sekian terimakasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

Daffa dan Idolanya

BAGAS DENGAN CITA CITANYA!